TRIBUNSOLO.COM, KLATEN – Warga Padukuhan Kebonsari, Desa/Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, antusias mengikuti workshop pembuatan anyaman ketupat pada Kamis (26/3/2026).

Warga Gotong Royong Siapkan Bakda Kupat.
Padukuhan Kebonsari terdiri dari tiga dukuh, yaitu Kerron, Kaibon, dan Tegalsari.
Masyarakat setempat bergotong royong menyiapkan ketupat, mulai dari memilih janur hingga menganyam dan mengisi beras ke dalam ketupat.
Workshop ini menjadi momen bagi warga untuk belajar langsung dari generasi tua yang sudah lihai dalam membuat ketupat.
Beberapa orang tua dengan sabar mengajari proses anyaman, termasuk teknik penting agar ketupat tidak bocor saat diisi beras.
Generasi Muda Juga Ikut Berpartisipasi
Antusiasme juga terlihat dari kalangan muda. Dua remaja, Rafiki dan Wulan, sama-sama berusia 15 tahun, mencoba membuat ketupat meski mengaku kesulitan.
Kepada wartawan TribunSolo.com, Rafi mengungkapkan dirinya belum terbiasa membuat ketupat.
“Kalau dari saya sendiri sih susah (buat ketupat), soalnya saya belum terbiasa ya. Tadi generasi muda yang udah lihai banget bikinnya (ada), mungkin karena udah sering buat juga. Jadi sudah lihai.”
Antusiasme juga terlihat dari kalangan muda.
Dua remaja, Rafiki dan Wulan, sama-sama berusia 15 tahun, mencoba membuat ketupat meski mengaku kesulitan. Kepada wartawan TribunSolo.com, Rafi mengungkapkan dirinya belum terbiasa membuat ketupat.
“Kalau dari saya sendiri sih susah (buat ketupat), soalnya saya belum terbiasa ya. Tadi generasi muda yang udah lihai banget bikinnya (ada), mungkin karena udah sering buat juga. Jadi sudah lihai.”
“Tadi cuman dapat satu gitu (ketupat),” ujarnya.
“Ada yang susah, ada yang mudah (cara buat ketupat). Cuman yang kunci utamanya itu harus sering belajar. Itu biar lebih lihai, karena tiap orang kan tangannya beda (kelihaian),” tambahnya.

Tradisi Bakda Kupat dan Festival Mbok Sri 2026
Dalam tradisi adang kupat, sekitar 1.500 ketupat dimasak bersama warga. Selain ketupat, sebagian warga juga menyiapkan lauk pendamping, seperti opor ayam kampung, sambel goreng, dan krecek.
Kegiatan ini menjadi persiapan jelang kirab bakda kupat pada Jumat (27/3).
Tradisi bakda kupat juga menjadi salah satu pra-event Festival Mbok Sri 2026 yang akan digelar September mendatang.
Festival mengusung tema “Seni Bertahan Petani: Tatag Ngupaya, Jejeg Urip” (Teguh dalam Berupaya, Tegak dalam Hidup), menampilkan beragam kegiatan budaya dan kuliner khas masyarakat Klaten.
Sumber: Tribunsolo.com
