Bakdo Kupat 2026

Bakda Kupat merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Padukuhan Kebonsari, Delanggu, yang telah berlangsung sejak era 1970-an. Tradisi ini lahir sebagai perayaan filosofis atas semangat bakdan atau Idul Fitri—bukan sekadar perayaan kemenangan, tetapi momentum pemulihan relasi sosial dan spiritual warga. Puncak perayaan dilaksanakan pada hari ke-6 dan ke-7 Syawal (H+6 dan H+7 Lebaran), saat masyarakat berkumpul dalam suasana kebersamaan yang sarat makna.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, esensi Kenduri Bakdo Kupat mulai memudar. Salah satu gejala paling terlihat adalah hilangnya praktik “gawe kupat” secara mandiri. Dahulu warga, khususnya komunitas tani Delanggu, membuat ketupat bersama-sama sebagai bagian dari persiapan kenduri. Kini, kebiasaan itu tergantikan oleh praktik membeli ketupat jadi untuk langsung dimasak. Tradisi produksi kolektif berubah menjadi konsumsi instan.

Perubahan ini bukan tanpa sebab. Bahan baku janur semakin sulit diperoleh karena berkurangnya pohon kelapa di perkampungan Delanggu. Lanskap desa berubah, dan bersama itu rantai pengetahuan juga terputus. Regenerasi penutur filosofis tradisi ikut terhenti. Anak-anak muda semakin jarang bertanya kepada para sesepuh yang memahami makna simbolik setiap rangkaian acara, sehingga nilai-nilai yang dahulu diwariskan secara lisan kini perlahan menghilang.

Akibatnya, Kenduri Bakdo Kupat kerap berlangsung hanya sebagai formalitas sebelum menikmati opor dan kupat. Padahal, ketupat menyimpan filosofi penting: simbol pengakuan kesalahan, saling memaafkan, dan komitmen memperbaiki relasi sosial setelah Ramadan. Kupat bukan sekadar hidangan, melainkan media rekonsiliasi dan penguat keguyuban warga sebelum memasuki hari-hari pasca-Syawal.

Menyadari kondisi tersebut, masyarakat Sanggar Rojolele berinisiatif menghidupkan kembali nilai dan praktik tradisi melalui Kenduri Seni Tradisi Bakdo Kupat 2026 yang akan diselenggarakan pada 25–27 Maret 2026. Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai perayaan, tetapi sebagai ruang belajar dan pemulihan makna tradisi.

Acara ini sekaligus rangkaian kegiatan pra-Festival Mbok Sri 2026 yang nantinya diselenggarakan pada bulan September 2026.

Rangkaian acara meliputi workshop pembuatan ketupat Lebaran untuk menghidupkan kembali praktik gawe kupat, Adang Kupat Syawal 2026, Kirab Ambeng Kupat 2026, Kenduri Bakdo Kupat 2026, serta Halal Bihalal Akbar warga Padukuhan Kebonsari Delanggu. Acara juga dimeriahkan hiburan rakyat seperti wayang kulit serta orkes Melayu dangdut jadul. Dengan pendekatan ini, Bakda Kupat diharapkan kembali menjadi ruang interaksi, pewarisan nilai, dan penguatan identitas budaya agraria masyarakat Delanggu.